Showing posts with label Budaya. Show all posts
Apa itu Pakaian Jinbei
Tahukah Anda apa itu jinbei?
Jinbei terlihat seperti kimono tetapi
alih-alih merupakan satu potong pakaian yang panjang, jinbei terdiri
dari dua potong pakaian dengan bagian atasnya kimono dan bagian bawahnya
celana pendek, dan biasanya terbuat dari bahan katun atau rami.
Di Jepang, jinbei adalah salah satu hadiah yang populer diberikan saat Hari Ayah tahun ini.
Pada awalnya jinbei adalah baju malam
untuk pria, namun akhir-akhir ini jinbei juga dikenakan oleh anak-anak
dan wanita sebagai pakaian rumahan.
Jinbei bermotif bunga ini dapat menyala
dalam gelap. Jinbei seperti ini sangat ideal digunakan saat festival
kembang api atau festival musim panas lainnya yang biasanya diadakan
pada malam hari.
Seperti halnya pemilik hewan peliharaan
yang mendandani hewan peliharaannya dengan kostum Sinterklas misalnya,
para pemilik hewan di Jepang juga kadang-kadang mendandani hewan
peliharaannya menggunakan jinbei.
Mereka nampak lucu mengenakan jinbei,
namun kucing itu terlihat tidak senang. Mereka tidak tahu seperti apa
rasanya mengenakan jinbei setelah mandi!
Sumber: japanstyle.info
Taksi Kura-Kura untuk pelanggan yang santai di Jepang
Sebagian besar orang ingin naik taksi
untuk mempercepat waktu ke tempat tujuan mereka. Bahkan, kecepatan
mungkin menjadi salah satu alasan utama mengapa Anda akan naik taksi
sejak awal. Tapi ada beberapa orang di Jepang yang
mungkin tidak terburu-buru untuk tiba di tempat tujuan mereka dan akan
lebih memilih naik taksi yang lebih santai. Untuk orang-orang ini,
layanan “Turtle Taxi” dari Sanwa Kotsu adalah pilihan sarana transportasinya, dan layanan ini semakin populer di Jepang.
Jika penumpangnya kebetulan adalah seorang wanita hamil yang ingin sampai ke tujuannya tanpa kebut-kebutan dan guncangan, atau jika Anda memiliki waktu untuk dibuang hingga rapat berikutnya dan Anda perlu perjalanan yang santai, taksi “lambat” dari Sanwa Kotsu ini mungkin menjadi pilihan yang sempurna. Sanwa Kotsu memulai layanan unik ini pada Desember 2013, dengan menunjuk 10 dari 500 taksi dari perusahaan tersebut sebagai “taksi kura-kura”. Untuk taksi-taksi ini, para pengemudinya secara khusus diberitahu untuk mempercepat dan mengurangi kecepatan dengan cara yang lebih bertahap. Mereka juga diberitahu untuk mengendalikan kekuatan sentrifugal – seperti menjaganya tetap minim – ketika berbelok. Ini adalah salah satu alasan mengapa seorang ibu dengan seorang anaknya yang berumur satu tahun telah berulang kali tertarik terhadap layanan ini. “Saat berjalan dan berhentinya sangat halus karena tidak ada gerakan yang menderu-deru,” katanya. “Ini sangat cocok untuk saat-saat ketika saya tidak ingin anak saya yang tidur menjadi terbangun.”
Ketika naik “taksi kura-kura” ini, yang penumpangnya harus lakukan adalah menekan tombol Yukkuri yang disediakan di area penumpang. Sebuah bunyi musik dan pengingat visual dari plastik akan diaktifkan untuk mengingatkan baik pengemudi dan penumpang bahwa tanda ini akan membuat laju mobil menjadi lambat, pengingat visual ini memiliki ilustrasi seekor kura-kura dan kata Yukkuri, yang secara harfiah berarti “lambat” dalam bahasa Jepang, yang tertulis di atasnya. Layanan ini telah disambut hangat oleh sejumlah warga senior Jepang, serta ibu hamil yang secara alami akan lebih memilih untuk naik kendaraan yang melaju secara halus. Karena layanan Turtle Taxi telah dimulai, perusahaan pengelolanya telah melihat peningkatan 15 persen secara bertahap dalam jumlah panggilan yang meminta secara khusus untuk taksi lambat. Penerimaan yang baik ini berarti bahwa Sanwa Kotsu sekarang dapat berharap untuk memperluas layanannya, dengan hanya 16 taksi terutama di daerah Yokohama yang digunakan sebagai Turtle Taxi sejauh ini. Perusahaan ini ingin memperkenalkan sistem tersebut untuk semua taksinya tahun depan, dan menawarkan layanan ini di pusat-pusat perkotaan di Tokyo, Kanagawa dan Saitama.
Sumber:
japandailypress.com
5 Tahapan membuat Bento bernutrisi
Bento atau lunch box gaya Jepang umumnya ditata menarik. Jika Anda tidak punya waktu untuk menghias bento dengan karakter kartun, bento bisa ditata dengan padu padan bahan yang menarik dan mudah dibuat.
Bento bisa diracik dengan beragam lauk-pauk. Umumnya terdiri
dari nasi, lauk nabati, hewani, dan sayuran. Berikut ini beberapa
tahapan mudah untuk menyiapkan bento sehat dan cantik.
1. Nasi
Nasi dalam bento hanya ditakar setengah hingga 3/5 dari tempat bekal. Sisanya adalah okazu
(lauk). Pilih beras yang pulen dan lembut dan tetap enak saat dingin.
Taburan rumput laut dan wijen hitam bisa ditambahkan untuk penambah
rasa.
2. Okazu lauk
Untuk menarik nafsu makan, lauk gorengan yang gurih bisa disertakan. Biasanya, terdapat lauk seperti karaage, mini hamburger, salmon, calamari, atau lauk sisa semalam. Pastikan memilih lauk yang masih enak walaupun dalam keadaan dingin.
3. Sayuran
Bento biasanya berisi sayuran segar atau kukus. Selain sehat, sayuran berwarna cerah juga cantik. Sayuran yang biasanya dipakai misalnya, lettuce, tomat ceri, mentimun, edamame, brokoli kukus, atau salad kentang.
4. Okazu protein
Bahan makanan kaya protein juga hadir dalam bento, walau hampir sama dengan okazu utama. Kelompok bahan makanan kaya kandungan protein mempunyai porsi lebih sedikit dan terdiri dari pilihan antara lain tamagoyaki (omelet), sosis, atau kamaboko (fish cake).
5. Porsi
Satu porsi kecil bento bisa mengenyangkan dengan nasi dan 2-4 jenis okazu. Umumnya, dalam satu bento terdapat setidaknya satu okazu protein dan satu jenis okazu sayuran.
Sumber: food.detik.com