Taksi Kura-Kura untuk pelanggan yang santai di Jepang
Sebagian besar orang ingin naik taksi
untuk mempercepat waktu ke tempat tujuan mereka. Bahkan, kecepatan
mungkin menjadi salah satu alasan utama mengapa Anda akan naik taksi
sejak awal. Tapi ada beberapa orang di Jepang yang
mungkin tidak terburu-buru untuk tiba di tempat tujuan mereka dan akan
lebih memilih naik taksi yang lebih santai. Untuk orang-orang ini,
layanan “Turtle Taxi” dari Sanwa Kotsu adalah pilihan sarana transportasinya, dan layanan ini semakin populer di Jepang.
Jika penumpangnya kebetulan adalah seorang wanita hamil yang ingin sampai ke tujuannya tanpa kebut-kebutan dan guncangan, atau jika Anda memiliki waktu untuk dibuang hingga rapat berikutnya dan Anda perlu perjalanan yang santai, taksi “lambat” dari Sanwa Kotsu ini mungkin menjadi pilihan yang sempurna. Sanwa Kotsu memulai layanan unik ini pada Desember 2013, dengan menunjuk 10 dari 500 taksi dari perusahaan tersebut sebagai “taksi kura-kura”. Untuk taksi-taksi ini, para pengemudinya secara khusus diberitahu untuk mempercepat dan mengurangi kecepatan dengan cara yang lebih bertahap. Mereka juga diberitahu untuk mengendalikan kekuatan sentrifugal – seperti menjaganya tetap minim – ketika berbelok. Ini adalah salah satu alasan mengapa seorang ibu dengan seorang anaknya yang berumur satu tahun telah berulang kali tertarik terhadap layanan ini. “Saat berjalan dan berhentinya sangat halus karena tidak ada gerakan yang menderu-deru,” katanya. “Ini sangat cocok untuk saat-saat ketika saya tidak ingin anak saya yang tidur menjadi terbangun.”
Ketika naik “taksi kura-kura” ini, yang penumpangnya harus lakukan adalah menekan tombol Yukkuri yang disediakan di area penumpang. Sebuah bunyi musik dan pengingat visual dari plastik akan diaktifkan untuk mengingatkan baik pengemudi dan penumpang bahwa tanda ini akan membuat laju mobil menjadi lambat, pengingat visual ini memiliki ilustrasi seekor kura-kura dan kata Yukkuri, yang secara harfiah berarti “lambat” dalam bahasa Jepang, yang tertulis di atasnya. Layanan ini telah disambut hangat oleh sejumlah warga senior Jepang, serta ibu hamil yang secara alami akan lebih memilih untuk naik kendaraan yang melaju secara halus. Karena layanan Turtle Taxi telah dimulai, perusahaan pengelolanya telah melihat peningkatan 15 persen secara bertahap dalam jumlah panggilan yang meminta secara khusus untuk taksi lambat. Penerimaan yang baik ini berarti bahwa Sanwa Kotsu sekarang dapat berharap untuk memperluas layanannya, dengan hanya 16 taksi terutama di daerah Yokohama yang digunakan sebagai Turtle Taxi sejauh ini. Perusahaan ini ingin memperkenalkan sistem tersebut untuk semua taksinya tahun depan, dan menawarkan layanan ini di pusat-pusat perkotaan di Tokyo, Kanagawa dan Saitama.
Sumber:
japandailypress.com
5 Tahapan membuat Bento bernutrisi
Bento atau lunch box gaya Jepang umumnya ditata menarik. Jika Anda tidak punya waktu untuk menghias bento dengan karakter kartun, bento bisa ditata dengan padu padan bahan yang menarik dan mudah dibuat.
Bento bisa diracik dengan beragam lauk-pauk. Umumnya terdiri
dari nasi, lauk nabati, hewani, dan sayuran. Berikut ini beberapa
tahapan mudah untuk menyiapkan bento sehat dan cantik.
1. Nasi
Nasi dalam bento hanya ditakar setengah hingga 3/5 dari tempat bekal. Sisanya adalah okazu
(lauk). Pilih beras yang pulen dan lembut dan tetap enak saat dingin.
Taburan rumput laut dan wijen hitam bisa ditambahkan untuk penambah
rasa.
2. Okazu lauk
Untuk menarik nafsu makan, lauk gorengan yang gurih bisa disertakan. Biasanya, terdapat lauk seperti karaage, mini hamburger, salmon, calamari, atau lauk sisa semalam. Pastikan memilih lauk yang masih enak walaupun dalam keadaan dingin.
3. Sayuran
Bento biasanya berisi sayuran segar atau kukus. Selain sehat, sayuran berwarna cerah juga cantik. Sayuran yang biasanya dipakai misalnya, lettuce, tomat ceri, mentimun, edamame, brokoli kukus, atau salad kentang.
4. Okazu protein
Bahan makanan kaya protein juga hadir dalam bento, walau hampir sama dengan okazu utama. Kelompok bahan makanan kaya kandungan protein mempunyai porsi lebih sedikit dan terdiri dari pilihan antara lain tamagoyaki (omelet), sosis, atau kamaboko (fish cake).
5. Porsi
Satu porsi kecil bento bisa mengenyangkan dengan nasi dan 2-4 jenis okazu. Umumnya, dalam satu bento terdapat setidaknya satu okazu protein dan satu jenis okazu sayuran.
Sumber: food.detik.com
Rahasia Sukses Orang-orang di Jepang
Negara Jepang terkenal dengan negara yang maju dan tak kalah dari negara adi daya yang lainnya. Meskipun Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah, tetapi Jepang mempunyai sumber daya manusia yang berkuatitas dan tidak sedikit orang-orang disana menjadi orang yang sukses. Nah kali ini kita akan bahas mengenai rahasia di balik suksesnya orang-orang jepang. douzo~
1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Manga Cafe, tempat para penggemar Manga berkumpul
Kalian penggemar berat manga Jepang? Jika ya, kalian yang sedang berada di Jepang sebaiknya harus mengunjungi manga cafe yang satu ini. Karena cafe ini adalah tempat di mana kalian dapat menjumpai ratusan bahkan ribuan manga Jepang dan dapat menghabiskan waktu luang kalian dengan membaca manga pilihan kalian. Cafe ini merupakan inovasi baru dalam dunia bisnis di Jepang, karena sudah banyak sekali cafe di Jepang yang menawarkan bilik pribadi dan akses internet gratis.
Manga cafe ini tidak hanya
sebagai tempat makan dan minum saja tapi tidak jarang tempat ini
dijadikan tempat berkumpul para anak muda Jepang untuk berbagi cinta
bersama manga favoritnya, bahkan menjadi tempat arisan.
Kalian dapat mengunjungi cafe ini di kafe Nagomi Gaya Akibahara, Tokyo. Café ini dirancang dengan gaya arsitek dari penginapan tradisional Kyoto, para pelayan cafe ini mengenakan pakaian tradisional Jepang dan memainkan shamisen (alat musik tradisional Jepang).
Sumber: japantravelinfo.com
Akihabara, surganya para Otaku
Jika kalian memang menyukai segala sesuatu tentang Jepang, maka kalian tidak akan asing lagi dengan kota Akihabara.
Akihabara terletak dekat dengan Tokyo, hanya berjarak 2 pemberhentian
dari stasiun Tokyo di jalur Yamanote. Akihabara sendiri sudah lama
menjadi tempat untuk berburu barang elektronik, tempat ini menawarkan
ratusan toko, beberapa di antaranya yang terkenal seperti Yodobashi Camera.
Hampir semua barang elektronik diperjualbelikan di sini, dari komputer, handphone sampai rice cooker. Beberapa toko, seperti Akky International, Eisan, dan Laox,
menawarkan departemen bebas bea cukai, di mana produk yang dibuat
adalah untuk diekspor. Dalam beberapa kasus, harga dapat bervariasi,
sehingga pengunjung harus dapat membuat penawaran harga terbaik.
Dalam
beberapa tahun terakhir, Akihabara juga telah menjadi kiblat bagi
mereka yang tertarik dalam budaya pop Jepang, termasuk anime (animasi
Jepang), manga (komik Jepang), dan cosplay. Tempat yang dapat mempresentasikannya adalah antara lain Tokyo Anime Center,
terletak tepat di utara Akihabara Station di lantai keempat UDX .
Menawarkan pameran yang berkaitan dengan anime, segala informasi
mengenai perkembangan terbaru, toko yang menjual berbagai produk anime,
dan teater 3-D dengan pemutaran karya populer dan preview film-film mendatang.
Toko-toko terdekat yang “wajib dikunjungi” bagi pecinta anime dan manga adalah Kotobukiya, yang mengkhususkan dalam action figure dan patung-patung budaya pop, dan Animate yang mengkhususkan dalam hal manga. Don Quixote adalah toko multi-level yang menjual segala sesuatu, mulai dari aksesoris kecil sampai maid costume.
Khusus bagi kalian para otaku pasti tempat ini bagaikan surga, karena segala sesuatu yang kalian inginkan hampir semuanya tersedia. Bagaimana? pasti semakin tertarik untuk berpergian ke Akihabara.
Sumber: japantravelinfo.com
Beberapa arti kehidupan dari manga Jepang
Saat ini ada dua negara yang menjadi penguasa pasar komik dunia yaitu Jepang dan Amerika. Komik-komik Amerika terutama keluaran DC dan Marvel
memiliki keunggulan pada kualitas dan detail gambarnya yang bisa
dikatakan terbaik saat ini. Secara perlahan komik asal Jepang mulai
menggeser popularitas komik Amerika. Walau dengan gambar yang cenderung
lebih sederhana dan tidak memiliki detail yang wah seperti komik
Amerika, komik Jepang punya kelebihan pada cerita yang lebih memancing
imajinasi, faktor kisah yang sulit ditebak dan pelajaran tentang
kehidupan. Berikut ini beberapa pelajaran kenidupan yang bisa kita petik
dalam komik/manga Jepang.
1. Pantang Menyerah Dan Bekerja Keras

Manga Jepang, terutama yang
bertema pertualangan dan aksi, umumnya selalu menekankan dan menonjolkan
sifat pantang menyerah pada karakter utamanya. Mereka selalu bangkit
dari setiap kegagalan dan kekalahan yang pernah mereka alami. Setiap
kegagalan yang mereka alami selalu dimaknai sebagai pertanda bahwa
mereka belum cukup berusaha untuk meraih cita-cita yang mereka harapkan.
Sebagai contoh lihatlah Mugiwara Luffy pada manga One Piece,
entah sudah berapa kali ia mengalami kekalahan dari musuh-musuhnya tapi
ia tak pernah menyerah mengejar mimpinya. Setiap kali kalah ia akan
berlatih lagi agar bisa menjadi lebih kuat dari musuh-musuhnya.
2. Tak Harus Jadi Yang Paling Hebat Untuk Jadi Pahlawan

Tak seperti cerita komik superhero ala
Amerika yang menggambarkan jagoan dan pahlawannya sebagai manusia yang
sangat luar biasa, Superman contohnya yang hanya punya satu kelemahan yaitu batu kripton, manga
Jepang terasa lebih “manusiawi” dengan menggambarkan tokoh utamanya
sebagai seseorang yang sebenarnya tidak lebih hebat dari tokoh lainnya.
Sebagai contoh tokoh Naruto dalam komik yang berjudul
sama, awalnya Naruto bukanlah apa-apa dan merupakan ninja paling bodoh
dalam komik tersebut. Semangatnya yang ingin diakui oleh orang lainlah
yang mendorongnya untuk menjadi ninja yang lebih hebat dan lebih kuat
lagi, sampai pada chapter terakhir yang telah terbit Naruto menurut saya masih bukanlah karakter terkuat karena masih ada karakter lain seperti Madara yang menurut saya jauh lebih hebat.
3. Keluarga Dan Sahabat Adalah Segalanya

Hampir dalam setiap manga
Jepang selalu diceritakan mengenai betapa pentingnya keluarga dan
sahabat dalam kehidupan. Sang tokoh utama selalu digambarkan sebagai
orang yang memiliki perasaan yang sangat kuat terhadap orang lain yang
berada di dekatnya. Contohnya manga Rurouni Kenshin, di Indonesia dikenal dengan Samurai X, dalam manga ini sang tokoh utama, Kenshin,
sebenarnya sudah menggantung pedang dan berhenti dari dunia samurai
tapi ia rela kembali menjalani kehidupan berliku dan penuh pertempuran
untuk melindungi orang-orang yang disayanginya.
4. Milikilah Cita-Cita Setinggi-Tingginya

Beberapa manga Jepang umumnya
mendasarkan ceritanya pada usaha sang tokoh utama mencapai sebuah
cita-cita yang mustahil untuk diwujudkan. Hal ini, menurut beberapa
penulis komik, memang disengaja agar para pembacanya tidak pernah takut
untuk memiliki sebuah cita-cita, walaupun mungkin itu hanya cita-cita
yang sepele dan membuat dirinya ditertawakan orang lain. Contohnya ada
dalam manga Ahiru no Sora, dalam seri Indonesia kalau saya tidak salah berubah menjadi Sora The Wingless Duck. Dalam manga ini diceritakan mengenai Sora yang berusaha keras mengejar cita-citanya bermain di Interhigh (kejuaraan basket tertinggi untuk tingkat SMA di Jepang) walau banyak orang yang meragukannya karena tubuhnya yang pendek.
5. Tak Ada Manusia Yang Sempurna

Manga Jepang jarang sekali,
bahkan mungkin tidak pernah, menggambarkan sang tokoh utama sebagai
sosok yang luar biasa sempurna. Selalu saja ada sisi-sisi buruk, bahkan
pada beberapa komik sang jagoan atau tokoh utama terkadang memiliki masa
lalu yang kelam. Contoh paling mudah adalah Samurai Deeper Kyo. Dalam komik ini Kyo sang tokoh utamanya dahulunya merupakan seorang pembunuh berdarah dingin.
6. Jangan Melupakan Sejarah Dan Budaya

Dalam beberapa manga Jepang
sang pengarang terkadang menjadikan hal-hal nyata yang berkaitan dengan
Jepang sebagai bagian dari alur ceritanya. Terkadang sebuah kejadian
sejarah, nama pelaku sejarah atau kebudayaan Jepang dijadikan sebagai
latar belakang atau bagian dari cerita. Bahkan pada komik anak-anak Shinchan yang
bergenre komedi banyak disajikan kebudayaan Jepang seperti acara minum
teh, beberapa perayaan dan festival di Jepang sampai pada hal sepele
mengenai kehidupan anak Jepang seperti kebiasaan mereka yang pergi
kesekolah dengan menaiki bis sejak kecil.
7. Jangan Pernah Melewatkan Kesempatan Yang Datang

Dalam komik Jepang terkadang ditampilkan bahwa kehidupan seseorang
akan berubah dengan sangat drastis ketika kita bisa memanfaatkan dan
tidak takut untuk menerima peluang yang datang pada kita. Salah satu
contohnya bisa kita lihat pada komik Bleach, dalam komik ini awalnya Ichigo
sang tokoh utama hanyalah seorang manusia biasa, terlepas dari
kemampuannya melihat arwah atau hantu yang telah ada sejak awal karena
kemampuan ini tidak terlalu berdampak pada kehidupannya, berubah
memiliki sebuah kehidupan luar biasa setelah menerima kesempatan yang
ditawarkan padanya untuk membantu menumpas mahluk jahat dengan menjadi Shinigami.
Sumber: tobeeinspired.blogspot.com
10 Makhluk Mitologi rakyat Jepang
Kita
mengetahui bahwa dunia ini penuh dengan cerita keberadaan mahluk-mahluk
atau hewan-hewan aneh yang sebagian besar bersumber dari cerita rakyat (folklore)
atau mitologi dan sebagian besar keberadaannya tidak ditemukan ada
bukti nyata bahwa mahluk tersebut ada atau memang mungkin pernah ada di
zaman dahulu, namun sebagian besar mahluk-mahluk itu hanyalah mahluk
dongeng sebagai cerita penghantar tidur, yang banyak dijumpai di seluruh
belahan dunia. Berikut ini adalah 10 Mahluk Mitologi dari Jepang:
1. Kirin
Mahluk
mitologi satu ini disebutkan asalnya dari China, bentuknya memang
kelihatan garang dan menyeramkan namun disebutkan ia hanya menghukum
orang yang jahat dan makanannya hanyalah buah-buahan dan sayur-sayuran.
Kehadirannya bila tampak oleh orang di sekitarnya dianggap sebagai
pembawa keberuntungan. Dalam bahasa Jepang, Jerapah juga disebut Kirin
sehingga orang sering salah arti antara binatang yang asalnya dari
Afrika tersebut dengan mahluk mitologi satu ini.
2. Nue
Nue adalah mahluk mitologi seperti Chimera-nya
Jepang, memiliki kepala monyet, berbadan harimau dan memiliki ekor
seperti ular beracun. Dianggap sebagai pertanda buruk jika anda berjumpa
dengan mahluk ini, Nue disebutkan dapat mengakibatkan seseorang
menderita penyakit dengan hanya melakukan kontak mata dengan mahluk ini.
Legenda tentang Nue ini dapat dilihat kembali ke tahun 1153 di mana
pada saat itu Minamoto No Yorimasa dianugerahi pedang
katana karena telah menebas kepala Nue yang dianggap telah menghina
kaisar dan kini pedang tersebut ada di Museum Nasional Tokyo.
3. Baku
Secara sekilas hewan ini tampak seperti seekor tapir (yang secara bukan kebetulan tapir dalam bahasa Jepang juga disebut Baku) mahluk gempal ini memiliki hidung berbelalai seperti gajah dan ia adalah pemakan yang rakus terhadap mimpi-mimpi manusia. Oleh sebab itu jika orang Jepang mengalami mimpi buruk mereka akan berkata “Saya akan memberikan mimpi tersebut untukmu Baku!” maka mereka percaya bahwa mereka tidak akan mengalami mimpi buruk lagi. Mahluk Baku ini biasa dijumpai di kuil Buddha di Jepang dan terletak di atap dari bangunan kuil tersebut.
4. Maneki Neko
Sebenarnya ini benar-benar seekor kucing kecuali tapak dan cakar mereka yang sedikit dibesarkan dan berbentuk seperti kucing yang mengajak tos, secara harfiah artinya adalah “Kucing yang memanggil” dan mereka adalah simbol dari keberuntungan dan kemakmuran. Baik dalam kebudayaan China maupun Jepang mengenal mitos ini di mana mereka memajang di rumah atau di tempat usaha mereka sebagai pembawa keberuntungan. Ada beberapa legenda yang menjadi kisah awal mula Maneki Neko ini salah satunya adalah kisah mengenai seorang tuan tanah yang kaya pada waktu itu tengah berlindung di bawah sebuah pohon dekat sebuah kuil bernama Gotoku-ji di sebelah barat Tokyo karena tengah badai petir dan hujan, kucing pendeta miskin tersebut tampak olehnya seperti memanggil dan menyuruhnya mengikuti kucing tersebut, tak berapa lama petir menyambar pohon tersebut, sang tuan tanah selamat dan ia berteman akrab dengan pendeta miskin tersebut, sebagai balas budi ia selalu menyumbang dan memakmurkan kuil tersebut. Saat kucing tersebut mati, mungkin itulah kali pertama patung Maneki Neko dibuat dari kayu, kini patung Maneki Neko di jepang terbuat dari porselin.
5. Namazu-Gami /Dewa Lele (Catfish God)
Di
zaman dahulu kala bangsa Jepang percaya bahwa gempa bumi disebabkan
oleh seekor dewa ikan lele yang sangat besar ukurannya tengah meronta
jauh di bawah permukaan bumi. Lele raksasa ini merupakan peliharaan dan
diawasi oleh dewa Kashima, saat Kashima lengah Namazu
akan meronta mencoba melepaskan diri sehingga mengakibatkan gempa bumi,
setelah gempa besar di Edo (sekarang bernama Tokyo) tahun 1855, Namazu
dipuja sebagai Yonaoshi Daimyojin atau Dewa Perbaikan.
Beberapa ilmuwan meyakini bahwa kumis panjang dari ikan lele Jepang
dapat mendeteksi getaran sebelum terjadinya gempa namun sejauh ini bukti
kuat untuk mendukung teori ini masih sangat sedikit.
6. Komainu
Biasanya,
namun tidak selalu, patung hewan ini dibuat dari batu, di mana ia
merupakan penjaga di sisi-sisi pintu masuk ke kuil Shinto dan mempunyai
banyak tugas yang hampir sama seperti Gargoyle di
gereja-gereja barat. Selalu berpasangan di mana yang satu dengan mulut
terbuka dan yang satunya mulut tertutup. Disebutkan mulut yang terbuka
dan tertutup itu menyerupai mulut yang mengucapkan A (saat mulut
terbuka) dan mengucapkan Um (saat tertutup) yang jika diucapkan secara
bersamaan akan terdengar seperti Om dalam bahasa Sansekerta yang berarti
awal dan akhir.
7. Houou
Mahluk mitologi satu ini dikenal juga sebagai Phoenix-nya
bangsa Jepang, Mahluk burung yang dilukiskan indah ini merupakan
perwakilan dari sebuah Keharmonian dan Ketenangan. Disebutkan bahwa
mahluk ini akan turun ke bumi di masa damai dan akan pergi meninggalkan
tempat jika merasa terancam, jadi mungkin tidak mengejutkan bahwa mahluk
ini tidak terlihat selama beberapa generasi karena keadaan di Jepang
dan dunia pada umumnya tidak pernah ada yang namanya kedamaian di
seluruh penjuru dunia. Jika di China maka Phoenix dipasangkan dengan
naga sebagai simbol kebahagiaan perkawinan dan juga konflik.
8. Shachihoko
Adalah
mahluk mitologi yang merupakan perpaduan dari ikan dan naga di mana ia
merupakan penyebab turunnya hujan, oleh sebab itu bangunan tradisional
Jepang banyak memasang patung binatang ini di atap rumah mereka supaya
terhindar dari bahaya kebakaran.
Shachi sendiri dalam bahasa Jepang berarti Orca atau paus pembunuh. Beberapa teori berspekulasi bahwa Shachihoko dan Cetaceans (Keluarga ikan Paus) adalah sama.
Shachi sendiri dalam bahasa Jepang berarti Orca atau paus pembunuh. Beberapa teori berspekulasi bahwa Shachihoko dan Cetaceans (Keluarga ikan Paus) adalah sama.
9. Dragon (Naga)
Mahluk
raksasa, berbadan seperti ular, merupakan jenis mahluk mitologi yang
hampir dikenal di seluruh dunia, di mana di tiap penjuru dunia mereka
memiliki hewan mitologi berupa naga, termasuk Indonesia. Naga Jepang
disebutkan mampu mengeluarkan nafas baik itu berupa api dan air, Baik
dalam mitologi China, Jepang, dan Korea mereka adalah mahluk mitologi
yang tangguh dan dihormati sebagai binatang suci. Di Jepang disebutkan
terdapat istana raja naga yang disebut Ryugu dan terletak di dasar laut dekat pulau.
10. Kodok Gama
Merupakan hewan mitologi seekor kodok berkaki tiga, merupakan hewan peliharaan Gama Sennin, yang mirip dengan cerita dari China tentang salah satu dari delapan dewa Tao dari China, Liu Hai yang belajar rahasia keabadian dari seekor kodok berkaki tiga yang bernama Chan Cu.
Disebutkan bahwa diduga Gama Sennin menemukan mahluk kecil ini di
sebuah sumur dan sejak itu mereka menjadi teman baik. Disebutkan Kodok
Gama ini dapat menghembuskan awan yang digambarkan sebagai “Nafas
Kehidupan” yang menjiwai seluruh mahluk hidup.